Latar Belakang dan Tujuan - Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) - Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keselamatan Berlalu Lintas
Beranda > Latar Belakang dan Tujuan

Latar Belakang

Keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas merupakan dambaan dari seluruh pengguna jalan. Namun ironis, pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia pada umumnya mengemudikan kendaraan tanpa dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan mengemudi serta etika berlalu lintas yang benar. Akibatnya jalan raya menjadi semacam "Killing Ground", bagi para pengguna jalan.

Korban laka lantas setiap hari bergelimpangan di jalan raya, tanpa mengenal tua maupun muda, laki-laki ataupun perempuan. Kecelakaan lalu lintas jalan tidak hanya mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu produktifitas kehidupan. Setiap saat kita dapat menjadi korban kecelakaan, karenanya kurang pengetahuan, ketrampilan dan etika berlalulintas. Pengguna jalan kurang memperhatikan keselamatan berlalu lintas.

Kecelakaan lalu lintas bukan nasib. Kecelakaan lalu lintas terjadi selalu diawali dengan adanya pelanggaran pengguna jalan, yang berakibat merugikan diri sendiri dan pengguna jalan lain.Oleh sebab itu sudah saatnya kita memikirkan bagaimana menyelamatkan para pengguna jalan, agar tidak menjadi korban sia-siadi jalan raya karena ketidaktahuan mengenai arti pentingnya keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya.

Keamanan dan keselamatan berlalu lintas tersebut harus diwujudkan dengan langkah nyata melalui proses pendidikan dan pelatihan mengemudi atau sekolah mengemudi.

Hampir seluruh masyarakat pengguna jalan mengemudikan kendaraan di jalan, tanpa melalui proses belajar di sekolah mengemudi dengan benar. Masyarakat selama ini tidak pernah diberi edukasi tentang pengetahuan, ketrampilan teknik mengemudikan kendaraan bermotor dan etika berlalu lintas di jalan. Secara faktual, hal ini terlihat dengan tidak adanya budaya saling menghargai antara sesama pengguna jalan, terjadinya saling serobot dan tidak ada yang mau mengalah. Akibatnya, banyak terjadi pelanggaran, kecelakaan dan kesemrawutan dalam berlalu lintas di jalan.

Di negara lain orang berlalu lintas sangat tertib. Mereka mengetahui akan aturan dalam berlalu lintas : bagaimana saling menghargai, siapa yang harus diprioritaskan dan sebagainya. Semua berjalan secara mekanik seolah-olah bagaikan robot. Hal ini bisa terjadi karena mereka sebelum mengemudikan kendaraan telah diberi pendidikan dan pengetahuan tentang aturan berlalu lintas, teknik berkendaraan serta etika berlalu lintas. Tertib lalu lintas mencerminkan budaya bangsa.

Tujuan

  • Membangun infrastruktur yang kelak akan menjadi fundamental inti sebagai tempat belajar dan berlatih serta pengujian tentang keselamatan berkendara (Safety Riding/Driving) yang mencakup aspek manusia, kendaraan dan lingkungan;
  • Mewujudkan kepekaan dan kepedulian para pemangku kepentingan dalam mewujudkan dan memelihara kamseltibcar lantas;
  • Membantu Pemerintah dalam menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan dan meningkatkan kualitas keselamatan lalu lintas;
  • Sebagai upaya menyiapkan dan meningkatkan kualitas kemampuan dan keterampilan para pengendara kendaraan bermotor dalam berlalu lintas;
  • Membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Be SMART, SKILL, and SAFETY